Berkunjung kerumah Nenek

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Berkunjung kerumah Nenek

Post  firman_ckck on Sun Feb 26, 2012 7:32 pm

Hujan dikala minggu pagi itu masih terus saja memijit-mijit atap rumah yang mulai rapuh dimakan usia, cat tembok rumahnyapun mulai mengelupas dijilati oleh jamur dinding yang berebut area kekuasaan tembok dengan gerombolan lumut di ujung bawah tembok, belum lagi tantagan yang dihadapi mereka berdua saat pihak ketiga datang melelehkan mereka berdua, terkadang anjing tetangga suka sekali kencing sembarangan ditembok itu.

Mulai mengarah kehalaman depan rumah sungguh mengecewakan, tak ayal mata ini untuk memandang ke arah sana, sungguh pemandangan yang merusak mata. Tampak peperangan perebutan wilayah kekuasaan disana, rumput-rumput mulai tumbuh membelukar memenuhi semua halaman rumah hingga naik ke jambang-jambang bunga membuat bunga yang dulunya punya pesona kini tampak seperti memakai juba hijau bagai jeruji besi yang memenjarakan bunga itu, andaikan bungan itu dapat bicara. Apakah yang paling ia minta ??? mungkin ia akan meminta untuk dicucikan jubah hijaunya karena sudah lama tidak pernah diganti, kebauan. Mungkin sebab itulah terjadi hujan deras.

Di tengah halaman tampak pohon mangga yang tumbuh menjulang tinggi mencakar langit dengan daun yang sangat lembat namun pelit berbuah. Hal yang paling rumput tak suka saat pohon Mangga itu mulai mengugurkan daunnya, ia tak suka karena membuat dirinya sakit tertimpa dedauan kering yang dapat menutupi hijaunya dirinya. Belum lagi ada tikus yang suka mencongkel-congkel rumput untuk membuat lubang ditanah dan membuat sarangnya. Itulah yang membuat rumbut makin agresif dan menjalar membelukar kearah mana saja yang dapat membuatnya tumbuh. Andaikan sekali saja rumput diijinkan berbicara, mungkinkah dia meminta lapangan yang luas agar leluasa tumbuh membelukar ???, mungkin asumsi kita salah, kemungkinan rumput akan meminta bayaran kepada Tikus karena sering sekali mencolek-colek dirinya tanpa membayarnya sepersenpun saat Tikus mulai membuat lubang persembunyiaanya ditanah.

Saat mulai membuka pintu sulit sekali tangan ini untuk memutar gangang pintu yang sudah mulai karatan dan berdebu tebal, butuh tenaga ekstra untuk membuka pintu yang sedaridulu ada saat masa penjajahan belanda. Tampak sisolmet yang selalu hidup berdua berdampingan bahagia dipintu itu jatuh bersamaan berhamburan saat tangan ini mulai gemetar membuka pintu itu, pintu terbuka diri ini pun disambut dengan hamburan karat dan debu menghampiri sepatuku, timbul pikir sesal melihat karat dan debu itu melebur berjatuhan, tak tega rasanya membuat mereka jatuh dan berpisah , pikirku lagi mungkin mereka sudah sangat lama hidup bahagia berdua dipintu rumah Nenekku ini, mungkin saat inilah mereka ditakdirkan berpisah.

Diruang tamu hanya tampak kursi rotan yang mulai digerogoti serangga dan meja kayu yang bentuknya sangat abstrak karena setia dengna kursi bersama-sama digerogoti serangga. Lantai tampak permadani yang dulu tampak tipis kini tebal oleh debu yang setia melengket padanya. Berjalan lebih dalam tampak seorang yang terbaring didepan tv membaluti dirinya dengan selimut layaknya pisang moleng, tampak asik rupanya dia menonton tv, acara yang ditonton adalah keseruan liburan keluarga seorang artis diMonas, Jakarta. Kuhampiri dan kusapu-sapu badannya yang menua akan usia. Mulai bangun dan menatapku begitu lama barulah sadar bahwa cucunya datang menjeguknya.
_)bersambung
geer
sumber : www firman-teach.blogspot com

firman_ckck

Jumlah posting : 13
Join date : 25.02.12
Age : 23
Lokasi : Los angles

Lihat profil user http://firman-teach.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik